lempar cakram

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melakukan teknik dasar baik untuk lempar lembing, lempar cakram maupun tolak peluru. Pada dasamya gerak dasar manusia adalah jalan, lari, lompat dan lempar (Aip.MEDIA PEMBELAJARAN LEMPAR CAKRAMDeskripsi Pembelajaran keterampilan dasar lempar cakram dengan bentuk permainan. Pembelajaran keterampilan dasar lempar cakram


Salah satu cabang atletik adalah lempar cakram yang merupakan bagian dari pancalomba (pentathlon). Ada beberapa teknik untuk melakukan lempar cakram. Untuk itu, judul di atas diangkat agar kita tahu teknik-teknik dan aturan dalam lempar cakram.


B. Rumusan Masalah]
a. Apa yang disebut dengan lempar cakram?
b. Bagaimana teknik permainannya?
c. Berapa ukuran dan berat cakram untuk putra?
d. Berapa ukuran dan berat cakram untuk putri?

C. Tujuan
a. Untuk melengkapi tugas Penjasorkes akhir semester genap
b. Menambah pengetahuan kita tentang teknik yang benar dalam melakukan lempar cakram.



BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian
Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik pada nomor lempar. Pada acara sejak tahun 708 SM, lempar cakram merupakan bagian dari pancalomba (pentathlon). Pada permulaannya, cakram terbuat dari batu terupam halus, kemudian dari perunggu yang dicor dan ditempa. Cara melakukan lemparan yang pada mulanya menirukan gaya nelayan yang melempar jaring berulang-ulang. Kemudian, ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan badan agak bersandar ke depan.
Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik pada nomor lempar. Pada acara sejak tahun 708 SM, lempar cakram merupakan bagian dari pancalomba (pentathlon). Pada permulaannya, cakram terbuat dari batu terupam halus, kemudian dari perunggu yang dicor dan ditempa.

B. Teknik-teknik Lempar Cakram
1. Cara memegang cakram
2.
Cara memegang cakram tergantung dari lebarnya tangan dan panjangnya jari-jari. Beberapa cara memegang cakram yang banyak digunakan antara lain:

a. Bagi yang tangannya cukup lebar, cara memegang cakram dengan meletakkan tepi cakram pada lekuk pertama dari jari-jarinya. Jari-jari sedikit renggang dengan jarak yang sama antara jari satu dengan lainnya. Cakram melekat pada telapak tangan tepat pada titik berat cakram atau sedikit di belakangnya. Makin panjang jari-jarinya, makin mudah memegang cakram dan cakram dapat dipegang erat-erat.
b. Cara lain bagi yang memiliki tangan yang lebar adalah sebagai berikut: jari tengah dan jari telunjuk berhimpit dan jari-jari lainnya agak renggang. Jika pada cara yang pertama pengerahan tekanan pada jari-jari yang terbagi sama, pada cara kedua ini tekanan diutamakan pada jari-jari yang berhimpitan tadi. Tekanan pada jari-jari ini yang mengatur putaran cakram sewaktu lepas dari tangan.
c. Bagi yang jari-jarinya pendek cara memegang cakram dilakukan sebagai berikut: posisi jari-jari sama dengan cara yang pertama, hanya letak tepi cakram lebih ke ujung jari-jari. Dengan sendirinya pegangan pada cakram tidak terlalu erat. Telapak tangan berarti berada di tengah-tengah cakram.

Cara memegang cakram bagi:

(a). tangan yang cukup lebar dan jari-jari panjang,
(b). jari telunjuk dan jari tengah,
(c). jari-jari pendek



Cara memegang cakram (A-B-C-D) serta gambar E telapak tangan agak cekung.
B.Teknik Melempar Cakram.


Gambar a dan b :

- Mengambil sikap sudut bahu melebar dan melakukan ayunan awal.
- Mengatur gerakan agar dapat menyediakan sudut lemparan cakram yang maksimal.
- Berdiri dengan berat badan di tengah.
- Bertumpu pada kaki sebelah kiri.
Gambar c dan d :

- Pada saat kaki kanan diangkat di atas tanah berat badan harus di kaki kiri.
- Cakram tetap diatas dan santai, mengikuti dibelakang pinggul.
- Ayunkan kaki kanan melebar pada kaki kiri masuk ke tengah lingkaran.
Gambar e :

- Pada landasan putar kaki kanan diatas bola kaki.
- Jaga agar kaki kiri rendah dan cepat.
Gambar f :

- Cakram terangkat tinggi dan kembali.
- Jaga ketinggian bahu dan seimbang.
- Kaki kanan di menempel di tanah bertujuan untuk tumpuan.
- Jaga agar kaki kiri rendah dan cepat.
Gambar g :

- Kekuatan sesungguhnya adalah pada saat kaki kiri membuat kontak dengan tanah.
- Titik lengan kiri di arah lemparan.
- Kaki kanan pivot (titik putar).
- Sisi kiri tubuh adalah menguatkan/menyanggah.
- Mendorong pinggul kanan ke depan.
Gambar h :

- Pinggul kanan telah mendorong maju - Perhatikan posisi "busur".
- Lengan kanan kuat dan santai siap untuk melempar.
- Sisi kiri terus tegap dan kuat.
Gambar i:

- Gerakkan lengan kanan dengan cepat dan lepas.
- Sudut pelepasan (sudut antara horizontal dan lengan kanan) untuk cakram harus mengambil ke pertimbangan aerodinamis mengangkat dan tarik. Sudut yang optimal untuk cakram adalah sekitar 35 derajat.
- Kaki kiri tetap menempel pada tanah dengan baik sampai cakram dilepaskan.
- Periksa dengan benar ibu jari menunjuk ke depan dan sejalan dengan lengan.

C. BENTUK CAKRAM
Cakram berbentuk piringan yang terbuat dari kayu atau logam.
Untuk melemparkannya, atlet memegang cakram dengan satu
tangan. Ia harus menentangkan lengannya dan telapak tangan
menelungkup. Sembari memutarkan tubuhnya beberapa kali
menuju kedalam lingkaran berdiameter 2,5 m, ia segera
melemparkan cakramnya.
Untuk laki-laki, diameter cakram berkisar antara 219 mm sampai
221 mm, tebal 44 mm hingga 46 mm, dan berat 2 kg. Adapun
diameter cakram untuk perempuan pada semua kelas adalah
sekitar 180 mm sampai 182 mm, tebal 37 mm hingga 39 mm, dan
berat 1 kg. Ditingkat pelajar, anak laki-laki memakai cakram yang
berdiameter 180 mm sampai 182 mm, tebal 37 mm hingga 39 mm,
dan berat 1,25 kg. Adapun anak perempuan menggunakan cakram
dengan diameter 145 mm sampai 170 mm, tebal 25 mm hingga 35
mm, dan berat 0,75 kg.
Spesifikasi Berat Cakram Yang Digunakan.
Spesifikasi berat untuk lempar cakram tergantung dari jenis kelamin dan umur atlet.

LEMPAR CAKRAM UMUR
JENIS KELAMIN 11-12 13-14 15-16 17-18 DEWASA
WANITA 0.75 kg 1 kg 1 kg 1 kg 1 kg
PRIA 1 kg 1,25 kg 1,5 kg 1,75 kg 2 kg



2. Cara Melakukan Awalan

Awalan dalam lempar cakram dilakukan dalam bentuk gerakan berputar. Banyaknya perputaran tersebut dibedakan menjadi



Putaran awalan ini harus dilakukan dengan baik karena akan menentukan hasil lemparan yang maksimum. Cara melakukan awalan lempar cakram adalah sebagai berikut:

a. Mengambil posisi yang baik, berdiri menyamping arah lemparan. Kaki direnggangkan selebar badan, sedikit ditekuk dan kendor. Berat badan bertumpu pada kedua kaki.
b. Pusatkan perhatian untuk melakukan awalan agar mantap, kemudian cakram diayun-ayunkan ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini diulang-ulang 2-3 kali dilanjutkan dengan awalan berputar. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
1) Lengan yang memegang cakram diayunkan ke samping kanan belakang diikuti oleh gerakan memilin badan ke kanan, lengan kiri juga mengikuti gerakan ke kanan, sedikit ditekuk ke muka dada, kaki kanan sedikit ditekuk dan berat badan sebagian besar berada pada kaki kanan, kaki kiri mengikuti gerakan dengan tumit agak terangkat.
2) Kemudian, cakram diayun ke samping kiri diikuti oleh badan dipilin ke kiri dengan tangan kiri dibawa ke kiri juga, berat badan dipindahkan ke kaki kiri, kaki kanan kendor dan tumit sedikit terangkat.
3) Selanjutnya, gerakan ayunan cakram ke samping kanan belakang diulangi lagi seperti latihan di atas.



Cara melakukan awalan lempar cakram gaya menyamping


3. Ayunan Lengan Saat Melempar

Dengan tanpa berhenti sedikitpun dari posisi siap lempar ini dilanjutkan dengan gerakan melempar cakram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

a. Kaki kanan ditolakkan untuk mengangkat panggul dari posisi rendah di atas kaki kanan didorong ke depan atas, selanjutnya badan yang semula condong ke belakang dan tepilin ke kanan diputar ke kiri diikuti dengan gerakan panggul yang memutar ke kiri pula.
b. Berat badan dipindahkan dari kaki kanan ke kaki kiri. Setelah badan menghadap lemparan penuh (siap lempar) dengan waktu yang tepat cakram dilemparkan kearah depan atas.
c. Lepaskan cakram setinggi dagu dengan sudut lemparan kira-kira 90o. Cakram terlepas dari pegangan dengan berputar menurut putaran jarum jam, putaran cakram terjadi karena tekanan dari jari telunjuk. Cakram terlepas pada saat cakram berada sedikit di muka bahu.Cakram yang terlepas sebelum melewati bahu akan menjadi lemparan yang gagal sebab, kecuali lemparannya tidak akan jauh, juga tidak masuk daerah lemparan. Sebaliknya, kalau lepasny agak terlambat, sudah sampai di muka badan, hasil lemparannya tidak akan memuaskan dan akan keluar daerah lemparan.
d. Lepasnya cakram diikuti dengan badan yang condong ke depan. Pandangan mengikuti jalannya cakram.




4. Gerakan Akhir Setelah Melempar (Lepasnya Cakram)

Setelah cakram terlepas, kaki kanan harus segera dipindahkan ke muka dengan sedikit ditekuk untuk menahan agar badan yang condong ke muka tidak terlanjur terdorong keluar lingkaran. Kaki kiri dipindahkan ke belakang dan pandangan mata mengikuti jatuhnya cakram.
Pemindahan kaki kanan dari belakang ke muka ini karena dilakukan dengan tolakan yang kuat dan pengerahan tenaga yang maksimal disertai dengan bantuan kaki kiri juga yang menolak, terjadi saat melayang sehingga merupakan suatu lompatan. Setelah lemparan dilakukan dan dinyatakan bahwa jatuhnya cakram sah, dari sikap berdiri pelempar keluar dari lingkungan melalui belahan bagian belakang, tidak dengan lari atau melompat.
Serangkaian gerakan melempar cakram gaya menyamping dari gerakan awalan sampai akhir.
5. Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Lempar Cakram
Hal-hal yang harus dihindari dalam melempar cakram:

 Jatuh ke belakan pada awal putaran.
 Berputar di tempat (seperti gangsing).
 Mambungkukkan badan ke depan (dipatahkan pada pinggang).
 Melompat tinggi di udara.
 Terlalu tegang di kaki.
 Penempatan kaki yang selalu sudah dalam hubungan dengan garis lemparan.
 Membawa berat badan pasa kaki depan dan membiarkan jatuh.
 Mendahului lemparan dengan lengan (ini termasuk mematahkan atau pembengkokkan di pinggang dan membungkukkan badan ke depan atau terlalu ke kiri).

Hal-hal yang harus diutamakan dalam lempar cakram:

 Berputar dengan baik.
 Mendorong cakram melewati lingkaran.
 Mendapatkan putaran yang besar antara badan bagian atas dan bawah.
 Mencapai jarak yang cukup pada saat melayang meleintasii lingkaran.
 Mendarat pada jari-jari kaki kanan dan putarlah secara aktif di atas jari-jari tersebut.
 Mendarat dengan kaki kanan di titik pusat lingkaran dan kaki kiri ke kiri dari garis lemparan.

6. Alat dan Sektor (lapangan Lempar Cakram)

Alat
Cakram terbuat dari bahan kayu yang dibingkai oleh logam sebagai penguat sisi cakram.





Ukuran cakram:

Bagi Berat (kg) Garis Tengah (mm)
Putra 2 219-221
Putri 1 180-182



Sektor (lapangan)
 Lapangan untuk melempar berdiameter 2,50 meter, dalam perlombaan yang resmi terbuat dari metal atau baja.
 Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen, aspal dan lain-lain. Lingkaran lemparan dikelilingi oleh pagar kawat atau sangkar untuk menjamin keselamatan petugas, peserta dan penonton.
 Bentuk lapangan seperti huruf C, dengan diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. Sektor lemparan dibatasi oleh garis yang berbentuk sudut 40o di pusat lingkaran.






CARA MENGUKUR HASIL LEMPARAN LEMPAR CAKRAM
Sebelum melakukan pengukuran terhadap hasil lemparan lempar
cakram ada beberapa bagian penting yang harus dipahami oleh
anak-anak yakni, si pelempar tidak boleh keluar dari tempat dimana
ia diberikan kesempatan untuk melempar. Kedua, hasil lemparan
tidak keluar dari garis tepi kanan dan tepi kiri atau garis pembatas
pinggir dari lapangan lempar cakram.
Apabila sudah melakukan dengan cara melempar yang benar, tidak
keluar dari tempat lemparan dan tidak keluar dari area melempar
pengukuran dapat dilakukan dari tempat dimana cakram jatuh
pertama kali di tanah kemudian ditarik ke garis terdepan bagian
pinggir dari lapangan lempar cakram maka akan diperoleh berapa
meter hasil lemparan tersebut.
Setiap diberi kesempatan sampai tiga kali untuk melakukan
lemparan cakram, lemparan terjauh dapat diukur artinya itulah
lemparan terbaik yang dapat dilakukan oleh anak-anak.
PERATURAN KESELAMATAN DALAM MELAKUKAN LEMPAR CAKRAM
Melakukan aktivitas gerak atletik khusus untuk lempar cakram
membutuhkan beberapa aturan keselamatan, aturan keselamatan
ini penting diketahui dan diperaktikkan sehingga antar siswa dapat
memperaktikkan dengan baik, benar dan aman. Adapun beberapa
aturan tersebut adalah
1. Aturan keselamatan sebelum melakukan aktivitas gerak lempar
cakram;

a. Melakukan pemanasan yang cukup khususnya untuk lengan dan
pergelangan tangan;
b. Cakram kondisi baik dan siap digunakan;
c. Kondisi lapangan tidak dalam keadaan becek atau basah;
d. Setiap anak mengikuti semua instruksi dari guru;
2. Aturan keselamatan pada saat melakukan aktivitas gerak lempar
cakram;
1. Setiap anak yang akan melakukan lempar cakram harus masuk
ke dalam tempat untuk melempar dan tidak boleh ada dua orang
yang bersamaan;
2. Ketika ada satu anak yang melempar cakram, anak-anak yang
lain harus berada di belakang si pelempar dengan jarak yang cukup aman;


3. Para pelempar sudah memperoleh pengetahuan yang memadai
cara atau teknik melempar yang benar;
4. Pada saat cakram terlepas dari pegangan tidak ada satupun anak
yang berlari ke arah dimana cakram itu akan jatuh;

7.Standar Prestasi (meter)

PUTRA

Usia Berat
Cakram (kg) Cukup Baik Sangat Baik
11-12 1 10 15 20
13-14 15 20 25
15-16 20 25 30
15-16 1,5 15 20 25
17-19 25 30 35
17-19 2 20 25 30



PUTRI

Usia Berat
Cakram (kg) Cukup Baik Sangat Baik
11-12 1 10 14 18
13-14 14 18 22
15-16 18 22 26
17-19 20 24 28











DAFTAR PUSTAKA


Carr, Gerry A. 2000. Atletik Untuk Sekolah. Jakarta: PT Fajar Interpratama Offset
www.wikipedia.org
mynoble.wordpress.com

sumber lain:
www. Google.com
www.wiki media
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Leave a comment